Melihat Lebih Dekat Kualitas dan Pelayanan Terbaik Laptop ASUS

Blogger dan Influencer dalam acara ASUS No. 1 Quality & Service (Sumber: Dok. ASUS Indonesia)


Ada orang yang bangun pagi untuk menikmati secangkir kopi, lalu olahraga, kemudian menjalani pekerjaan dengan vibe yang energik dan penuh antusias. Ada pula yang menjalaninya penuh dengan kesibukan, rencana dan perhitungan, atau ada pula yang kalem aja tetapi semua beres dan punya banyak waktu menikmati hobi. Tak ada yang salah dengan hal itu. Tiap orang memang punya vibe-nya masing-masing.

Sebagai ibu rumah tangga, hidup saya sudah cukup akrab dengan jadwal. Pagi menjadi penulis dan editor, siang berubah menjadi pengusaha UMKM kuliner, sore sampai malam menjadi pengajar. Kalau ada waktu luang, biasanya saya gunakan untuk mencari waktu luang lagi, heuheuheu. Begitulah.

Oleh karena itu, ketika ada waktu luang, saya langsung memenuhi undangan untuk mengikuti acara ASUS No. 1 Quality & Service Creator Gathering Surabaya di Hotel JW Marriot Surabaya pada Kamis, 10 September 2026 kemarin. Pada acara itu ASUS memperkenalkan suatu hal yang sejak awal mencuri perhatian saya: No. 1 Quality & Service.

Dalam event ini, saya merasa seperti sedang menyaksikan secara nyata laptop yang terus-menerus saya anggap paling ideal: ia sanggup mengikuti ritme hidup yang kadang lebih cepat daripada kemampuan saya mencari kata-kata saat editing naskah.

Sejak masuk ke ballroom hotel yang menjadi venue acara tersebut, kami semua, para blogger dan influencer, disuguhi pemandangan yang membuat terpesona dan kagum sekaligus heran. Bagaimana tidak? ASUS memperlihatkan beragam produk terbaru, pengujian produknya beserta aksesorisnya yang disesuaikan dengan vibe penggunanya yang tentu saja memiliki kualitas dan pelayanan terbaik, termasuk melibatkan para blogger dan influencer dalam uji fisik laptop dan pengetahuan tentang ASUS melalui game seru.

ASUS bikin games seru juga yang hadiahnya sampai belasan juta. (Sumber: Dok. Dini Surya)


ASUS Mengutamakan Produk Berkualitas Prima

Pada presentasinya, Mas Brama Setyadi selaku Head of Public Relations & Digital ASUS Indonesia menjelaskan bahwa ASUS sudah teruji US Military Grade Durability, yakni standar ketahanan tingkat militer yang menunjukkan perangkat, seperti laptop atau ponsel tersebut telah melewati serangkaian uji laboratorium ekstrem berdasarkan standar militer Amerika Serikat, yaitu MIL-STD-810.

ASUS juga serius soal layanan. Menurut Mas Brama, ASUS memiliki 141 service center yang tersebar di Indonesia dan lebih dari 90 di luar negeri. Tahun 2026 ini, ASUS bahkan menambah masa garansi laptop tertentu dari 2 tahun menjadi 3 tahun, seperti ProArt, Zenbook, dan Vivobook S/Flip/Pro.

Ada pula on-site service. Artinya, ketika terjadi kendala, pelanggan tidak harus repot membawa laptop ke service center karena teknisi bisa datang ke tempat. Daaan ... ada Laptop Spa. Yups, saya langsung tertarik pada istilah ini, ternyata laptop pun bisa spa juga. Laptop Spa ini memungkinkan pelanggan membersihkan laptop sehingga tampilannya kembali seperti baru. ASUS juga memiliki Fastlane yang memungkinkan pelanggan premium didahulukan saat pengecekan di service center. Jadi, rupanya laptop pun bisa punya jalur khusus yang menandai pelayanan super istimewa.

Hal yang menarik dan kerap diperbincangkan adalah ASUS sekarang juga serius mengembangkan PC dan laptop berbasis AI. Beberapa produknya sudah memiliki 50+ TOPS NPU. ASUS juga mempunyai fitur AI sendiri, seperti StoryCube, Virtual Assistant, dan Muse Tree. Tidak mengherankan jika ASUS menjadi Laptop Brand No. 1 di Indonesia dengan menguasai 38% pangsa pasar Notebook dan 39% pangsa pasar laptop dan PC gaming.

Bagi saya yang pekerjaannya berpindah-pindah antara menulis, mengedit, mengajar, mengelola usaha, dan membuat materi pembelajaran, perkembangan AI ini bukan sekadar perkara teknologi. Ini soal bagaimana pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu panjang bisa dilakukan dengan lebih efisien sehingga kita bisa punya waktu luang, sesuatu yang sangat berharga bagi orang yang dikejar-kejar kesibukan tiada tara.

Mas Adrian Pradipta selaku Technical Public Relations ASUS Indonesia menjelaskan beberapa produk dan teknologi terbaru ASUS. Salah satunya adalah ASUS Zenbook Duo, laptop dengan dual screen yang memungkinkan penggunanya saling sharing layar.

Buat penulis dan editor seperti saya, dua layar itu seperti kemewahan yang sangat didamba-damba. Satu layar untuk naskah. Satu layar untuk referensi. Jadi, tidak perlu lagi membuka-tutup jendela yang bikin kita repot geser laptop sana sini, apalagi jika dilakukan di meja kafe yang relatif sempit karena kerap kali saya work from anywhere.

Zenbook Duo juga disebut 3 kali lebih kuat dan 30 kali lebih ringan karena menggunakan Ceralumunium™ Chasis. Performanya ditopang prosesor Intel® Core™ Ultra 9 386H dengan dukungan 50 TOPS NPU AI. NPU ini penting karena beban kerja GPU sebagai otak utama laptop tidak akan terganggu ketika pengguna bekerja dengan AI.

Namun, bagian yang paling membuat saya tertarik justru ketika Mas Adrian mendemokan OMNI, virtual assistant AI milik ASUS. OMNI dapat digunakan secara offline. Ini menarik sekali bagi saya. Sebab dalam pekerjaan sehari-hari, file saya sudah seperti penghuni rumah kontrakan: banyak, datang silih berganti, dan kadang saya sendiri lupa siapa penghuninya.

OMNI dapat menjawab pertanyaan lewat chat. Ia juga dapat melakukan summary document, meringkas dan memberikan informasi mengenai konten serta file lama yang pernah dibuat. Misalnya saya sedang mencari foto atau tulisan lama. Daripada menghabiskan waktu membuka folder satu per satu sambil mengingat, “Ini dulu saya simpan di mana, ya?”, saya cukup mengetikkan kata kuncinya di OMNI.

OMNI juga memiliki fitur summary meeting. Ketika rapat berlangsung, kita tinggal merekamnya dan OMNI akan membantu memberikan ringkasan rapat. Untuk pekerja, guru, penulis, pelajar, dan orang-orang yang sering mendengarkan paparan panjang, fitur semacam ini jelas sangat membantu.

Apalagi kebutuhan produksi AI ketika saya bekerja semakin besar. Saya membutuhkan laptop yang mampu mendukung pembuatan modul pembelajaran, presentasi di hadapan siswa, sampai pembuatan soal interaktif. ASUS menjadi solusi yang sangat helpful dan masuk akal.

ASUS Pick Your Vibe yang Bikin Jatuh Hati

ASUS pun memiliki satu konsep yang menurut saya menarik: PickYourVibe yang intinya sederhana: pilih perangkat sesuai kebutuhan, aktivitas, sekaligus gaya kita. Hati saya langsung meleleh pada ASUS Vivobook 14 saat acara ini. Saya suka desainnya yang ramping dan mudah dibawa ke mana-mana. Ingat, ramping ini tidak berarti lemah sama sekali. Prosesornya tersedia mulai dari Intel® Core Ultra 7 (Seri 2), AMD Ryzen AI 300 series hingga Snapdragon® X dengan NPU hingga 50 TOPS.

Ada keyboard ErgoSense dengan permukaan tombol yang memiliki cekungan pas dengan ujung jari. Touchpad-nya luas dan mendukung gerakan intuitif. Favorit saya tentu engsel 180° yang fleksibel. Fitur ini berguna ketika saya harus presentasi kepada para siswa atau rekanan usaha. Laptop bisa dibuka sedemikian rupa tanpa membuat saya seperti melakukan akrobat teknologi.

Vivobook 14 terbaru memiliki beberapa tipe, antara lain Vivobook 14 A1407CA, Vivobook A1407QA, Vivobook 14 A1404VAP, dan Vivobook M1407KA.

  • Vivobook 14 A1407CA menggunakan Intel® Core™ Ultra 5 225H, 14 Cores, hingga 4.9 GHz, dengan Intel® AI Boost NPU hingga 13 TOPS dan sudah termasuk fitur AI Windows.
  • Vivobook A1407QA menggunakan prosesor Snapdragon X (X1 26 100) 8-core hingga 2.97 GHz dengan Qualcomm® Adreno™ GPU dan dukungan AI hingga 45 TOPS.
  • Vivobook 14 A1404VAP tidak memiliki NPU khusus, tetapi mempunyai teknologi noise cancelling untuk membuat suara mikrofon dan speaker lebih jernih. Laptop ini sangat cocok untuk presentasi dan pertemuan atau rapat.
  • Vivobook M1407KA menggunakan AMD Ryzen AI 5 340 dengan AMD XDNA NPU hingga 50 TOPS.
  • Ada pula Vivobook S14 OLED (S5046SAL) yang ketebalannya hanya 1,39 cm dan berat 1,3 kg. Baterainya hingga 75 Wh dan menggunakan layar WUXGA OLED.

Nah, untuk para pelajar yang sekarang tugasnya hampir seperti pekerja, ASUS juga punya Vivobook Go 14 E1404FA. Ukurannya ringkas, berat sekitar 1,38 kg, dengan ketebalan 17,9 mm. Layar NanoEdge-nya memiliki bezel tipis dan sudah tersertifikasi perawatan mata TÜV Rheinland. Prosesornya bisa dipilih antara AMD Ryzen™ 5 7520U hingga 4.3 GHz atau AMD Ryzen™ 3 7320U hingga 4.1 GHz, dengan 4 core dan 8 thread serta AMD Radeon™ Graphics. Vivobook Go 14 E1404FA juga memiliki fingerprint, pelindung webcam fisik, dan baterai yang bisa bertahan 42 jam.

Bagi pelajar seperti anak-anak saya, laptop seperti ini cukup menarik untuk dipinang. Mereka sudah berat membawa buku, modul, alat tulis, dan segala macam perlengkapan. Jangan sampai laptop ikut membuat tas mereka seperti membawa sekarung beras.

Sebagai perempuan yang pagi menjadi penulis dan editor, siang menjadi pengusaha kuliner, sore hingga malam mengajar TPQ, saya merasa konsep ini memang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebab hidup saya sendiri sudah berganti-ganti vibe sejak matahari terbit. Pagi vibe-nya penulis. Siang vibe-nya pedagang. Sore hingga malam vibe-nya guru atau pengajar.

Di sela semua itu, saya membutuhkan perangkat yang tidak sekadar bagus, tetapi juga tahan diajak bekerja. Karena pekerjaan saya tidak mengenal satu meja, satu profesi, atau satu jam kerja. Mungkin itulah sebabnya saya tertarik dengan ASUS.

Ini memang bukan semata-mata karena ia laptop, tetapi karena di tengah hidup yang terus berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, saya membutuhkan teman kerja yang bisa ikut berpindah tanpa banyak mengeluh. Kalau manusia bisa seperti laptop ASUS; kuat, sigap, punya AI, dan tidak protes ketika dipakai dari pagi sampai malam, barangkali kehidupan para ibu atau working woman seperti saya akan terasa sedikit lebih ringan.

Jadi, laptop ASUS memang pilihan yang paling tepat buat pekerja dan pelajar yang butuh kualitas dan pelayanan No. 1, kan?

 

Post a Comment

0 Comments